Pagi ini, dengan ditemani senandung penuh semangat dari tape abang odong-odong, ku bereskan tumpukan cucian pirng di belakang. Sambil satu persatu membersihkan piring-piring kotor, ku nikmati lagu-lagu itu. Ya, lagu anak-anak. Mengingatkanku pada 20 tahun lalu, saat masih belum duduk di TK. Dulu lagu seperti Si Kancil Anak Nakal, Injit-injit Semut, Si komo, seringkali terdengar dari radio dan tv. Namun sekarang entah, lagu-lagu tersebut semakin terpinggirkan. Tidak lagi mendapat tempat di media.
Cobalah tanyakan pada anak-anak sekarang, berapa lagu ana-anak yang mereka tahu. Sampai sepuluh lagu saja saya akan sangat bersyukur. Nah, sekarang cobalah sesekali nikmati lagu anak-anak dari tape tukang odong-odong. Coba bayangkan jika dari tape tukang odong-odong yang keluar lagu Iwak Peyek, Alamat Palsu, atau Separuh Aku-nya Noah..hmmm
Sekarang saatnya kita berterimakasih padanya, pada tukang odong-odong yang dengan gigihnya mengayuh dan terus mengayuh, memperdengarkan lagu anak-anak pada balita-balita kita..:)
Cobalah tanyakan pada anak-anak sekarang, berapa lagu ana-anak yang mereka tahu. Sampai sepuluh lagu saja saya akan sangat bersyukur. Nah, sekarang cobalah sesekali nikmati lagu anak-anak dari tape tukang odong-odong. Coba bayangkan jika dari tape tukang odong-odong yang keluar lagu Iwak Peyek, Alamat Palsu, atau Separuh Aku-nya Noah..hmmm
Sekarang saatnya kita berterimakasih padanya, pada tukang odong-odong yang dengan gigihnya mengayuh dan terus mengayuh, memperdengarkan lagu anak-anak pada balita-balita kita..:)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar