Rabu, 05 Desember 2012

Sepotong Cerita tentang Bapak

Masih jelas kuingat sapaanya saat itu, "Ayo bobok siang". Kemudian beliau mengeluarkan sepeda jengkinya atau bahkan pit lanang yang sudah usang, dengan sabar dibujuknya aku agar mau digendong dengan jarik yang sudah tidak kalah usangnya. Bersama kayuhan sepedanya, kadang berbagai rayuan akan dilontarkannya demi dapat membuatku tertidur pulas. Mulai dari ke tempat simbah, beli jajan, atau bahkan makan bakso. Semua itu tidak akan pernah kudapatkan hingga nanti aku terbangun sekali pun. Berkali-kali hal itu terjadi, tetapi aku tidak pernah merasa tertipu. Tidur dalam gendongannya, ditemani alunan merdu suaranya serta sepoi-sepoi angin, sudah mengalahkan semua itu bagiku. Seringkali aku terbangun lagi saat sudah sampai di rumah, dan dengan sabar bapak akan mengulang lagi rute perjalanan kami, bernyanyi lagi dan merayu lagi. Pernah aku penasaran sebenarnya apakah benar kita akan ke rumah simbah, menikmati semangkuk bakso, atau hanya sekedar membeli jajan?? Ku tahan-tahan rasa kantukku, tetapi bapak pun tak mau kalah bersemangatnya. Bapak menambah rute perjalanan kami, semakin bersemangat mengayuh sepeda, semakin merdu saja menyanyikan lagu demi lagu. Ah sepertinya bapak pun tak mau kalah..:) Pada akhirnya aku pun menyerah terlelap dalam buaiannya. Kemudian dapat dipastikan bapak pun segera mengayuh sepeda menuju ke rumah agar aku bisa terlelap dengan nyaman.. Sekian puluh tahun yang lalu namun begitu indah. Sungguh tak akan pernah terkalahkan kesabaran dan kasih sayangnya padaku.

Berterimakasihlah padanya,.

Pagi ini, dengan ditemani senandung penuh semangat dari tape abang odong-odong, ku bereskan tumpukan cucian pirng di belakang. Sambil satu persatu membersihkan piring-piring kotor, ku nikmati lagu-lagu itu. Ya, lagu anak-anak. Mengingatkanku pada 20 tahun lalu, saat masih belum duduk di TK. Dulu lagu seperti Si Kancil Anak Nakal, Injit-injit Semut, Si komo, seringkali terdengar dari radio dan tv. Namun sekarang entah, lagu-lagu tersebut semakin terpinggirkan. Tidak lagi mendapat tempat di media.
Cobalah tanyakan pada anak-anak sekarang, berapa lagu ana-anak yang mereka tahu. Sampai sepuluh lagu saja saya akan sangat bersyukur. Nah, sekarang cobalah sesekali nikmati lagu anak-anak dari tape tukang odong-odong. Coba bayangkan jika dari tape tukang odong-odong yang keluar lagu Iwak Peyek, Alamat Palsu, atau Separuh Aku-nya Noah..hmmm
Sekarang saatnya kita berterimakasih padanya, pada tukang odong-odong yang dengan gigihnya mengayuh dan terus mengayuh, memperdengarkan lagu anak-anak pada balita-balita kita..:)

mencoba

Mengawali hari dengan mencoba hal baru, bismillah..
Bukan hal yang mudah bagi orang awam seperti aku untuk memulainya. Dengan bantuan dari seorang sahabat seperjuangan, akhirnya berkesempatan juga mencoba hal baru tersebut. Mungkin dulu kesempatan untuk mencoba banyak, hanya hati ini belum tergerak. Tadi malam ada sesuatu yang menggedor dan membuat terusik. Aku harus mencobanya.