Kamis, 25 Juli 2013

Romantis artinya...


Kalau saya ditanya apa artinya romantis, pasati jawabnya adalah sebuah gelengan kepala. Tapi kalau ditanya kalau dikasih sesuatu yang romantis itu gimana rasanya, maka akan saya jabarkan dengan baik apa yang saya rasakan. Romantis itu bisa bikin jantung berdebar lebih cepat dari biasanya, cuping hidung mengembang, senyum simpul tersipu, pipi merah merona..hehehe. 

Nah Kalo ada yang tanya romantis itu yang kaya apa sih, ga ngerti deh.. Ga ngerti kaya apa contoh tindakannya, yang jelas rasakan sendiri sensasinya. Standar romantisnya beda-beda kali ya..
Seperti buat saya, romantisnya suami itu ya usilnya dia, hal-hal yang tidak terduga dalam situasi tak terduga juga. hayooo penasaran kan..
Sebagai seorang 'newbie' ibu muda, tentu pekerjaan rumah masih terasa asing. Kadang lupa bangun kesiangan, suami berangkat kerja juga lupa ga bangun, makan gak ambilin piring dan masih banyak lagi..

Suatu pagi, ntah pagi ke berapa. Seperi biasa setelah saur dan shalat subuh, lanjooottt TIDUR. hehehe malu sih sama mertua, tapi gimana lagi, mata nggak mau melek, kepala berat sebelah,jalan sempoyongan..wwoow banget lah. Suami yang kerjanya masuk pagi, tentu saja bangun lebih pagi,.. dan taraaaa.. mulailah keusilannya..

Liat istrinya tertidur dengan pose sangat natural *baca mlongo, dia ambil hape dan jepret. Lalu utak-utik, dan jadilah wajah saya full ada di wallpaper. Kalo liat maluuu....wajah asli saya ya ampyunnn.. Bangun tidur syok liat jam, syok pula liat tu foto. Pengen protes ke suami, dalam hati juga nggrundel usilnya suamiku, tapiiiii setelah dipikir-pikir lagi, romantis banget.. @_@ Berarti dia masih nyempet-nyempetin liat istrinya, ngluangin waktu buat perhatiin. ahihihi jadi tersipu-sipu dah..

Masih ada lagi, setelah buka parcel lebaran, dengan isengnya dia nempelin label namanya ke kaos bagian belakang. Sumpeh, gak sadar. Waktu nempelinnya, saya masih asyik nyetrika baju. trus dateng-dateng dia nepuk punggung sambil bilang, kalo capek istirahat. woooow batinku, too twiiitt.. eits ternyata dugaan saya salah, pas mandi liat kaos di gantungan ada label putih apaan. Begitu di dekati ternyata label.. lagi-lagi usil yang romantis..

jadi, romantis itu kadang-kadang muncul karena keusilan.. hahay..

Rabu, 05 Desember 2012

Sepotong Cerita tentang Bapak

Masih jelas kuingat sapaanya saat itu, "Ayo bobok siang". Kemudian beliau mengeluarkan sepeda jengkinya atau bahkan pit lanang yang sudah usang, dengan sabar dibujuknya aku agar mau digendong dengan jarik yang sudah tidak kalah usangnya. Bersama kayuhan sepedanya, kadang berbagai rayuan akan dilontarkannya demi dapat membuatku tertidur pulas. Mulai dari ke tempat simbah, beli jajan, atau bahkan makan bakso. Semua itu tidak akan pernah kudapatkan hingga nanti aku terbangun sekali pun. Berkali-kali hal itu terjadi, tetapi aku tidak pernah merasa tertipu. Tidur dalam gendongannya, ditemani alunan merdu suaranya serta sepoi-sepoi angin, sudah mengalahkan semua itu bagiku. Seringkali aku terbangun lagi saat sudah sampai di rumah, dan dengan sabar bapak akan mengulang lagi rute perjalanan kami, bernyanyi lagi dan merayu lagi. Pernah aku penasaran sebenarnya apakah benar kita akan ke rumah simbah, menikmati semangkuk bakso, atau hanya sekedar membeli jajan?? Ku tahan-tahan rasa kantukku, tetapi bapak pun tak mau kalah bersemangatnya. Bapak menambah rute perjalanan kami, semakin bersemangat mengayuh sepeda, semakin merdu saja menyanyikan lagu demi lagu. Ah sepertinya bapak pun tak mau kalah..:) Pada akhirnya aku pun menyerah terlelap dalam buaiannya. Kemudian dapat dipastikan bapak pun segera mengayuh sepeda menuju ke rumah agar aku bisa terlelap dengan nyaman.. Sekian puluh tahun yang lalu namun begitu indah. Sungguh tak akan pernah terkalahkan kesabaran dan kasih sayangnya padaku.

Berterimakasihlah padanya,.

Pagi ini, dengan ditemani senandung penuh semangat dari tape abang odong-odong, ku bereskan tumpukan cucian pirng di belakang. Sambil satu persatu membersihkan piring-piring kotor, ku nikmati lagu-lagu itu. Ya, lagu anak-anak. Mengingatkanku pada 20 tahun lalu, saat masih belum duduk di TK. Dulu lagu seperti Si Kancil Anak Nakal, Injit-injit Semut, Si komo, seringkali terdengar dari radio dan tv. Namun sekarang entah, lagu-lagu tersebut semakin terpinggirkan. Tidak lagi mendapat tempat di media.
Cobalah tanyakan pada anak-anak sekarang, berapa lagu ana-anak yang mereka tahu. Sampai sepuluh lagu saja saya akan sangat bersyukur. Nah, sekarang cobalah sesekali nikmati lagu anak-anak dari tape tukang odong-odong. Coba bayangkan jika dari tape tukang odong-odong yang keluar lagu Iwak Peyek, Alamat Palsu, atau Separuh Aku-nya Noah..hmmm
Sekarang saatnya kita berterimakasih padanya, pada tukang odong-odong yang dengan gigihnya mengayuh dan terus mengayuh, memperdengarkan lagu anak-anak pada balita-balita kita..:)

mencoba

Mengawali hari dengan mencoba hal baru, bismillah..
Bukan hal yang mudah bagi orang awam seperti aku untuk memulainya. Dengan bantuan dari seorang sahabat seperjuangan, akhirnya berkesempatan juga mencoba hal baru tersebut. Mungkin dulu kesempatan untuk mencoba banyak, hanya hati ini belum tergerak. Tadi malam ada sesuatu yang menggedor dan membuat terusik. Aku harus mencobanya.